Kau kasihku yang tak pernah lepas dari mimpiku, kau yang tak tau apa isi hatiku bersuara ketika tak ada lagi pesan kontak surat di ponsell ku dahulu Kini termakan arus radiasi berbelit sinyal pemancar diudara, lalu gemetar ketika kau hadir tiba tiba di depan mata yang seharusnnya tiada. Seakan menjadi coretan puitis di setiap jalan jalan pergi pulang ku melangkah, entah rasa ini yang selalu membingungkanku untuk menjawab ia dan tidaknya dalam memutuskan suatu tindakan. Lambat launnya jam berputar ke sebelah kanan seakan tak pernah berhenti untuk melewati setiap garis pembatas dan angka angka untuk menandakan waktu itu berada. hingga penjual batreipun tetap memprodukksi agar si jam dapat berputar sebagaimana mestinya jam itu berputar. Rasa yang dulu terhampiri oleh hangatnnya saling memiliki meski itu tak bisa lagi ku miliki kekal, namun mungkin ku memilikinya kembali dan Berfikir untuk reality dengan tak lepas dari sugesti dari sebuah kata (kemungkinan). Kemungkinan yang terbesar adalah memperbesar dari sedikit kemungkinan yang tak pernah henti untuk di lintaskan dalam cara berfikir ku, kini. Hanya dapat bercermin di layar kaca yang cukup untuk ku jinjing meski itu sedikit berdebu atap yang mungkin tak selalu ku bersihkan pada setiap hari. Dan ketika rasa rindu itu memuncak hingga ku terbangun dari nyenyaknnya malam yang seharusnya tak bisa ku tinggalkan dari tempat tidurku dan tak bisa kembali pada nyenyaknnya malam yang hening bernuansa uji nyali pada tontonan televisi, tepatnya seperti pada malam jumat yang penuh mistis Bertannya Tanya mengapa ku saat ini??. Seperti tak ada lagi cahaya terang yang berwarna seperti pelangi seakan selalu setia pada reda hujan tiba mengguyur bumi ketika awan telah berganti gelap.. inginnya ku menunjuk bintang di selah langit gelap pada rembulan terang dan memantulkan cahayanya ke wajahmu yang penuh aura pesona rembulan.. ingin ku mendekap untuk sekali lagi menghangatkan tubuhmu atau menggegam tangan mu di saat kau sendiri dan tak ada yang berada di sampingmu.. Mealayang seperti pesawat di udara yang lepas dari petir hujan dan angin hingga tak ada lagi bencana pesawat jatuh dari udara yang kini kerap berada di cetakan Koran berita pada tiap tahunnya. Dahulu.. esok... dan sekarang hari hari pun seperti misteri yang tak tau apa yang terjadi, karna tak ada yang tau hari esok untuk di prediksi walaupun orangorang kelas tinggi pakar peneliti memutuskan sidang diskusi. Tak luput dari tanda Tanya (?) mempertannyakan ke akuratan dalam memprediksi yang seharusnnya terjadi dan tak terjadi.
Ragil Tirto Adhi Soerjo..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar